SALAM LESTARI !
VIVA
RPA !!!
Diklatsar
ke-28 Keluarga Mahasiswa Pecinta "Ranti Pager Aji" Universitas Islam
Malang.
Apasih
Manfaat mengikuti kegiatan Diklatsar ?
Dengan mengikuti kegiatan
Diklatsar dapat membentuk dan melatih kekuatan fisik, kekuatan mental,
kepribadian, kepekaan terhadap situasi dan kondisi, kerja sama, kepedulian
terhadap sesama, loyalitas, dedikasi, kedisiplinan, kepemimpinan,
keorganisasian, dan kemampuan-kemampuan teknis sesuai dengan ciri dan karakter
organisasi.
Terlihat begitu banyak hasil yang bisa didapatkan hanya dengan satu paket kegiatan diklatsar. Apakah ini mungkin? Tentu saja mungkin karena dalam satu paket kegiatan diklatsar para siswa tidak hanya ditempa secara langsung oleh para pemateri atau instruktur saja. Kondisi alam dan tantangan medan juga akan ikut menempa mereka, mengasah kemampuan berpikir hingga mampu mengambil keputusan-keputusan dengan cepat, tepat dan taktis serta dapat memicu setiap siswa untuk bekerja sama menyelesaikan segala masalah dan tantangan yang dihadapinya, secara otomatis kemampuan organisasi dan kepemimpinan akan terasah.
Kemampuan-kemampuan seperti itu bisa dengan mudah di didik dalam satu paket kegiatan diklatsar. Materi-materi yang telah tersusun dalam satu kurikulum sudah memikirkan bagaimana cara melakukannya dan apa hasilnya. Dan itu semua hanya bisa didapatkan melalui diklatsar. Dan tentu saja segala kemampuan tersebut tidak akan mungkin bisa didapatkan hanya dari bangku pendidikan formal. Segala hasil pendidikan dalam diklatsar juga akan sangat berguna pada masa depan setiap siswa, bukan hanya pada jangka waktu yang singkat. Dengan memiliki kemampuan-kemampuan hasil diklatsar, para siswa diharapkan bisa menjadi bibit pemimpin di masa depan. Karena sudah sejak dini mereka di didik kemampuannya untuk memimpin, berorganisasi, memiliki loyalitas tinggi, disiplin, peduli lingkungan dan sesama serta tentu saja tabah dan pantang menyerah.
Satu hal lagi manfaat mengikuti diklatsar adalah sebuah pelajaran untuk bisa menghargai hasil yang telah dicapai dengan cara yang sulit dan berat. Untuk mendapatkan status keanggotaan organisasi, seorang siswa harus melewati proses diklatsar yang sangat berat. Oleh karena itu, diharapkan setiap siswa mampu menghargai perjuangannya dengan cara memiliki loyalitas, dedikasi dan rasa memiliki yang sangat tinggi terhadap organisasinya.
Lantas apakah tanpa mengikuti diklatsar seseorang masih bisa dan boleh menjadi pendaki gunung dan penempuh rimba? Tentu saja bisa. Tidak ada satupun pihak yang melarang seseorang menjadi pendaki gunung dengan cara apapun. Akan tetapi akan terlihat berbeda baik cara beraktifitas maupun cara memberikan timbal balik kepada alam dan sesama. Serta belum tentu memiliki kemampuan-kemampuan seperti yang telah dijabarkan di atas. Maka ketika muncul pertanyaan “Diklatsar, pentingkah?” maka jawabannya adalah sangat penting. Jika ada kekhawatiran mengenai hal-hal buruk yang akan terjadi saat diklatsar, maka sebaiknya yang diperbaiki adalah sistem, dan kurikulumnya seperti yang sudah di jabarkan di atas. Bukan menghilangkan kegiatan diklatsarnya atau bahkan menghapuskan organisasinya.
Terlihat begitu banyak hasil yang bisa didapatkan hanya dengan satu paket kegiatan diklatsar. Apakah ini mungkin? Tentu saja mungkin karena dalam satu paket kegiatan diklatsar para siswa tidak hanya ditempa secara langsung oleh para pemateri atau instruktur saja. Kondisi alam dan tantangan medan juga akan ikut menempa mereka, mengasah kemampuan berpikir hingga mampu mengambil keputusan-keputusan dengan cepat, tepat dan taktis serta dapat memicu setiap siswa untuk bekerja sama menyelesaikan segala masalah dan tantangan yang dihadapinya, secara otomatis kemampuan organisasi dan kepemimpinan akan terasah.
Kemampuan-kemampuan seperti itu bisa dengan mudah di didik dalam satu paket kegiatan diklatsar. Materi-materi yang telah tersusun dalam satu kurikulum sudah memikirkan bagaimana cara melakukannya dan apa hasilnya. Dan itu semua hanya bisa didapatkan melalui diklatsar. Dan tentu saja segala kemampuan tersebut tidak akan mungkin bisa didapatkan hanya dari bangku pendidikan formal. Segala hasil pendidikan dalam diklatsar juga akan sangat berguna pada masa depan setiap siswa, bukan hanya pada jangka waktu yang singkat. Dengan memiliki kemampuan-kemampuan hasil diklatsar, para siswa diharapkan bisa menjadi bibit pemimpin di masa depan. Karena sudah sejak dini mereka di didik kemampuannya untuk memimpin, berorganisasi, memiliki loyalitas tinggi, disiplin, peduli lingkungan dan sesama serta tentu saja tabah dan pantang menyerah.
Satu hal lagi manfaat mengikuti diklatsar adalah sebuah pelajaran untuk bisa menghargai hasil yang telah dicapai dengan cara yang sulit dan berat. Untuk mendapatkan status keanggotaan organisasi, seorang siswa harus melewati proses diklatsar yang sangat berat. Oleh karena itu, diharapkan setiap siswa mampu menghargai perjuangannya dengan cara memiliki loyalitas, dedikasi dan rasa memiliki yang sangat tinggi terhadap organisasinya.
Lantas apakah tanpa mengikuti diklatsar seseorang masih bisa dan boleh menjadi pendaki gunung dan penempuh rimba? Tentu saja bisa. Tidak ada satupun pihak yang melarang seseorang menjadi pendaki gunung dengan cara apapun. Akan tetapi akan terlihat berbeda baik cara beraktifitas maupun cara memberikan timbal balik kepada alam dan sesama. Serta belum tentu memiliki kemampuan-kemampuan seperti yang telah dijabarkan di atas. Maka ketika muncul pertanyaan “Diklatsar, pentingkah?” maka jawabannya adalah sangat penting. Jika ada kekhawatiran mengenai hal-hal buruk yang akan terjadi saat diklatsar, maka sebaiknya yang diperbaiki adalah sistem, dan kurikulumnya seperti yang sudah di jabarkan di atas. Bukan menghilangkan kegiatan diklatsarnya atau bahkan menghapuskan organisasinya.
Inilah cuplikan kegiatan Diklatsar yg ke-28



Tidak ada komentar:
Posting Komentar